EVALUASI PILKADA SOLO 2015

diskusi
[EVALUASI PILKADA SOLO 2015]
Rabu (29/3), BEM UNS diundang oleh KPUD Surakarta untuk menghadiri Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka evaluasi penyelenggaraan pemilihan walikota dan wakil walikota Surakarta Tahun 2015. BEM UNS diwakili oleh Doni Wahyu Prabowo (Presiden BEM), Farkhan Ramadhana (Menteri Jaringan dan Aksi) dan M. Sidiq Fatoni (Staf Kementrian Jaringan dan Aksi). Selain BEM UNS, KPUD juga mengundang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari setiap Kecamatan, perwakilan Panwas Kecamatan, dan perwakilan Partai Politik di Kota Surakarta.
Diskusi dimulai pukul 10.00 dengan beberapa bahasan evaluasi di antaranya : Anggaran, Penyusunan dan Pemutakhiran DPT, Logistik, Pencalonan, Kampanye, dan Penyelenggaraan dan Penghitungan Suara. Beberapa poin yang bisa dicatat adalah :
– Anggaran Pilkada 2015 mengalami keterlambatan dalam hal pencairan disebabkan adanya peraturan yang tumpang tindih antara Perwali yang mengatur APBD dan Permendagri yang mengatur Dana Penyelenggara Pilkada. Hal ini mengakibatkan panitia dari tingkat daerah sampai kecamatan mengalami kesulitan karena harus menjalankan tahapan pilkada yang tidak boleh mundur dari jadwal dengan uang sendiri sampai pencairan dana KPUD. Ke depan, hal ini akan diantisipasi dengan pemahaman penyelenggara terkait proses pencairan dana dan timeline yang pasti untuk mengurus pendanaan agar tidak terjadi keterlambatan.
– Masih adanya temuan DPT ganda dan kerancuan antara data Dukcapil dengan KPUD. tetapi bisa diselesaikan ketika verifikasi dan sebelum pemungutan.
– Pada masa kampanye masih ditemukan beberapa pelanggaran. Selain itu, adanya konvoi bermotor yang sangat menganggu karena menimbulkan suara bising terutama di daerah Jebres dan sekitar kampus UNS dari salah satu simpatisan parpol di Solo. Dari Parpol yang bersangkutan, tepatnya PDI-P melalui perwakilan yang hadir dalam FGD telah mengklarifikasi bahwa sebenarnya sudah ada pencegahan agar simpatisannya tidak melakukan hal demikian. Ke depan harapannya hal ini tidak terjadi lagi karena sangat mengganggu dan kontraproduktif dengan jargon “Solo Ramah Demokrasi”.
– Pada saat pelaksanaan Pemilu, masih ditemukan gerombolan simpatisan salah satu parpol yang menamakan dirinya GuRakLih (Regu Penggerak Pemilih), karena hal ini dikhawatirkan mengganggu jalannya tahap pemungutan dengan indikasi adanya penggiringan suara ke salah satu pihak. Hal ini disampaikan oleh Panwas yang juga merasa sulit untuk memberikan tindakan kepada kelompok ini. Selain itu BEM UNS dan PPK juga menguatkan pendapat bahwa kehadiran kelompok ini seharusnya bisa dihilangkan karena tidak sesuai dengan asas Luber jurdil dalam pemilu dan juga rasa aman pemilih untuk bebas menentukan pilihannya tanpa intervensi pihak mana pun.
Dari Partai yang bersangkutan, juga mengklarifikasi bahwa hadirnya kelompok itu untuk membantu panitia penyelenggara untuk meningkatkan angka partisipasi. Namun, alasan ini kurang bisa diterima dan ke depan kita berharap ada peraturan yang mengatur hal ini.
Secara garis besar itulah hasil FGD yang berlangsung cukup ‘meriah’ selama 5 jam kemarin, karena diwarnai adu pendapat dan saling klarifikasi dari pihak-pihak terkait. Agenda ini merupakan agenda positif dan semoga bisa memberikan kebaikan untuk ke depan dan memiliki andil untuk menciptakan Kota Solo yang Ramah Demokrasi.
Surakarta, 29 Maret 2016
BEM UNS 2016
Inisiator Perubahan
——————————
FB : BEM UNS
TWITTER : @bemuns
IG : @bemuns
LINE : @emi4057n
WEB : bem.uns.ac.id

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *