Ketika Pemuda (Yang) Membangun Bangsa

pangeran diponegoro

Pemuda adalah ujung tombak masa depan bangsa, pemuda adalah sang nakhoda kapal pembawa arah bangsa ke suatu pelabuhan kejayaan, dan pemuda adalah sebuah pedang bermata dua yang bisa saja menjadi harapan atau sebaliknya menjadi suatu bencana bagi bangsanya.Beribicara soal pemuda tergiang jelas kata kata salah satu proklamtor bangsa, Ir.Soekarno.

Beri saya 1000 orang tua niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri saya 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia

Kata-kata dari seorang proklamator bangsa layaknya dapat menjadi pengguat argumen bahwasanya benar adanya pemuda adalah aspek pokok kejayaan sebuah bangsa, pengguat argumen bahwasanya benar adanya bahwa karakter pemuda adalah cerminan bangsa.Pemuda, ada dua kata penuh makna yang terlintas ketika mendengar sebutan ini yang pertama adalah idealisme, dan yang kedua adalah semangatnya.Idealisme mempertahankan apa yang mereka anggap itu suatu kebenaran.Semangat membara dalam berjuang demi apa yang hendak mereka perjuangkan.

Peran pemuda dalam membangun bangsa?

Konsep peran dalam sudut pandang sosiologi adalah serangkean hak, kewajiban, harapan, norma, dan perilaku seseorang yang harus dihadapi dan dipenuhi.Ketika peran pemuda dikaitkan dengan membangun suatu bangsa.Apakah sebenernya yang sudah dilakukan sosok pemuda di jaman dahulu dibandingkan dengan pemuda jaman sekarang?.Membuka lembaran lembaran sejarah sama halnya menelisik episode-episode cerita heroik pemuda di jaman dahulu.Jas Merah atau jangan lupakan sejarah membuat kita bernostalgia bahwasanya pemuda jaman dahalu benar-benar menjadi sebuah ujung tombak pergerakan suatu bangsa dan nakhoda kapal menuju suatu kemerdekaan.Mulai dari adanya pergerakan Budi Utomo,Jong Java, Jong Salebes adalah sutu bukti pergerkan berawal dari pemuda.Keberanian kaum muda untuk menekan kaum tua agar segera memerdekakan Indonesia menunjukan bahwa nakhoda arah kemerdekaan juga andil dari pemuda di jaman dahulu.Pemuda jaman dahulu bener-benar menjalankan kewajibanya dalam kesadaran, dan dalam keadaan resah meraka bergerak atas dasar satu rasa yang sama yaitu sama-sama merasakan penjajahan di bumi pertiwi.Luar Biasa ketika kita mau sedikit berkaca dan memandang apa yang dilakukan pemuda di jaman dahulu.

Lalu Bagaimana peran pemuda jaman sekarang untuk membangun bangsa?

Peran pemuda jaman sekarang seharusnya sudah jelas dan mungkin lebih sulit daripada pemuda di jaman penjajahan.Seperti halnya perkataan Ir.Soekarno “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”.Hal itu menunjukan bahwa kemerdekaan hanyalah sebuah jembatan emas menuju perjuangan yang sebenarnya.Sejahtera atau sengsara adalah dua pilahan peran konkrit setelah Indonesia merdeka yang harus dipilih pemuda dijaman sekarang.Membawa peradaban Indonesia ke arah peradaban yang luar biasa dengan ilmu yang dimilikinya.Membawa angin segar semangat integritas bangsa untuk tetap menjaga kedaulatan negara.Merupakan beberapa peran yang harus dilakukan pemuda sekarang untuk membangun bangsa.

Peran untuk membangun bangsa yang harusnya menjadi suatu kesadaran bagi tiap-tiap warga negara terkhusus pemuda.Namun apa daya kini belom terlaksana sebagaimana mestinya, di era globalisasi ini.Kecanggihan IT membawa dampak positif dan negatif.Munculnya gadget pintar terkadang membawa virus bagi pemuda, virus yang menjadikan pemuda diam layaknya raga tanpa jiwa.Hanya memikirkan kepentinganya sendiri.Sungguh memalukan apabila kita berkaca kepada sumpah-sumpah pendahulu kita seperti sumpah Palapa sang Gajah Mada yang tidak ingin melepaskan puasa ketika belom menyatukan nusantara, atau sumpah Muhammad Hatta yang tidak akan menikah sebelum Indonesia merdeka.Kedua sumpah itu sangat bermakna, bahwasanya perjuangan tidak hanya untuk kepentingan individu namun juga untuk kepentingan kolektif.

Perjuangan pemuda dalam membangun bangsa belumlah usai !!!

Benar adanya bahwa perjuangan pemuda dalam membangun bangsa belumlah usai.Semangat ikhtiar dan doa haruslah selalu menjadi senjata utama pemuda untuk mencapai tujuan kemerdekaan yang seutuhnya dalam membangun bangsa ini.Ingatlah esensi hidup adalah sebuah perjuangan.Perjuangan untuk membangun bangsa, ketika kita berjuang ingatlah juga walau mungkin laras panjang menembus kepala kalian, walau mungkin belati menusuk dada kalian,akan tatapi jangan sampai kalian rela hati kalian tertembus kemunafikan, dan kalian rela bumi pertiwi ini yang dahalu diperjuangakan dengan darah-darah syuhada pahlawan bangsa hancur.Dikuasai tikus-tikus berdasi sehingga pembangunan bangsa adalah angan-angan belaka.

Hidup mahasiswa, hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia

Salam membara dari mahasiswa yang sedang berproses di kota Bengawan.

Muhammad Shidiq Fathoni/Sosiologi/2015/Universitas Sebelas Maret

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *