[KLARIFIKASI REMBUK KOTA SOLO : WALIKOTA SOLO KABUR]

14207764_1649296608732987_6910049382078741359_o

1. Agenda ini sudah kami canangkan sejak akhir bulan April 2016.
2. Rembuk Kota Solo memang didesain sebagai Agenda Politik BEM UNS untuk mengawal permasalahan Kota Solo dengan mempertemukan Walikota, masyarakat, akademisi dan mahasiswa.
3. Kami telah menghubungi Walikota terkait acara ini sejak Bulan Mei dan Walikota menyanggupi tanggal 31 Agustus 2016. Walikota berjanji akan mengosongkan agendanya. Surat resmi masuk bulan Mei bersama proposal dan rundown kegiatan.
4. Waktu berjalan, persiapan dilakukan, termasuk melakukan advokasi terhadap permasalahan yaitu PKL Gerobak Kuning bersama BEM FISIP UNS, Penolak Sistem Satu Arah di Laweyan, Permasalahan pungutan pendidikan bersama BEM FKIP UNS.
5. Akhirnya paguyuban sepakat akan datang untuk ikut dalam Rembuk Kota Solo.
6. PKL Gerobak Kuning langsung diwakili oleh ketuanya, bapak Sukirno.
7. Penolak SSA diwakili langsung oleh Abah Ali dengan membawa sekitar 50 orang.
8. Masalah pendidikan oleh Masyarakat Peduli Pendidikan Kota Solo.
9. Akhirnya hari H pun tiba.
10. Keanehan pun mulai terjadi, melihat paguyuban akan datang, gelagat protokoler mulai berubah.
11. Awalnya mereka memastikan Walikota bisa hadir dan sedang dalam perjalanan.
12. Pukul 18.45 Walikota berada di belakang Panggung, berdiri dengan memegang sebatang rokok menyala.
13. Presiden BEM UNS dipanggil menghadap Pak Walikota.
14. Presiden BEM UNS menemui Walikota dan beliau menyatakan akan ada agenda lain jam 19.00 untuk menemui masyarakat terdampak Sky Bridge di Tirtonadi, memberikan isyarat akan pergi meninggalkan balaikota sebelum acara dimulai.
15. Lobi dilakukan dan tetap tidak berhasil. Bahkan ketika Presiden BEM UNS pamit untuk menemui panitia terlebih dahulu, saat itu juga Walikota masuk Mobil dan pergi LEWAT PINTU BELAKANG BALAIKOTA tanpa pamit dan konfirmasi resmi serta tanpa mewakilkan orang lain sebagai perwakilan PEMKOT.
16. Dalam penjelasannya di media, Walikota mempermasalahkan Agenda Molor. Sampai jam 18.45 belum dimulai.
17. Memang kepada undangan umum kami mengundang jam 18.00, karena di rundown jam 18.00-19.00 adalah waktu registrasi dan ramah tamah among tamu. Agenda inti sendiri baru dimulai pukul 19.00.
18. Kalau Walikota di media mengatakan jam 17.30 datang ke balaikota, pertanyaannya, APAKAH DIA TIDAK MEMBACA RUNDOWN yg telah dikirim panitia jauh-jauh hari? Atau Apakah dia tidak paham maksud Rundown tsb? Ini aneh. Tidak masuk akal.
19. Kami jelaskan lagi bahwa agenda kami kemarin telah sesuai dengan rundown yang dibuat.
20. FYI, dari BEM UNS ada tim yang diminta memantau agenda di Tirtonadi mala itu, dan dari laporan tim mereka TIDAK MENEMUI agenda pertemuan warga dengan Walikota yang terjadwal jauh-jauh hari. Lalu ke manakah walikota?
21. Yang jelas, agenda tetap berlangsung dengan penyampaian masalah. Dipandu oleh Moderator Dr. Pujiyono dari FH UNS. Rembuk ini pun tidak dihadiri satu pun Perwakilan PEMKOT.
22. Perwakilan PKL Gerobak Kuning menyatakan bahwa sebenarnya ingin menagih janji walikota untuk membangun shelter yang harusnya bisa ditempati 1 September, namun sapai saat ini masih nol dalam realisasi. Janji tinggallah janji.
23. Pihak SSA pun juga ingin menanyakan kajian SSA yang sampai saat ini kebijakan SSA tidak disertai kajian akademik dan justru menimbulkan kemacetan di Ruas Jl. Samanhudi dan meningkatkan angka kecelakaan di daerah Jl. Dr. Radiman. Jelas, ini kebijakan Pemkot yang sangat kontra dengan keilmuan dan keinginan masyarakat.
24. MPPS menyatakan seharusnya Pemkot bisa menertibkan Pungli di bidang pendidikan karena Pendidikan adalah hak setiap warga negara Indonesia.
25. Maka sudah jelas, dengan ini kita bisa menyaksikan bahwa saat ini KOTA SOLO TIDAK SEDANG BAIK-BAIK SAJA. Ada masalah besar di balik semua ini, sampai-sampai Walikota harus mencari seribu alasan dan pergi lewat pintu belakang.

Tapi ini baru sebuah awalan, kami siap menjadi mahasiswa yang bersinergi dengan masyarakat, menjadi bagian dalam perjuangan mereka mencari keadilan yang mulai hilang di Kota Solo ini. Tidak akan kami biarkan mereka berjuang sendiri melawan TIRANI BARU KOTA BENGAWAN.

HIDUP MAHASISWA.

(Gambar : Solopos 1 September 2016)

BEM UNS 2016
Inisiator Perubahan
——————————
FB : BEM UNS
TWITTER : @bemuns
IG : @bemuns
LINE : @emi4057n
WEB : bem.uns.ac.id

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *