BEM UNS MENJEBAK WALIKOTA FX RUDY, BENARKAH ?

Sabtu, 3 September 2016 terpampang dalam sebuah surat kabar terkemuka kota Solo bertajuk headline “ Rudy Sebut Rundown Diubah”. Pada surat kabar tersebut telah dikonfirmasi langsung oleh FX Rudy, bahwa rundown acara Rembuk Kota Solo telah diubah tanpa sepengetahuannya. FX Rudy menganggap rundown acara yang semestinya membahas permasalahan ekonomi kota Solo, berubah menjadi pertemuan antara Walikota dengan paguyuban-paguyuban kota Solo. Walikota menganggap telah dijebak oleh panitia BEM UNS untuk hadir di acara tersebut.
 .
Capture
Rembuk Kota Solo sejatinya telah dikomunikasikan bersama Walikota Surakarta sejak bulan Mei, melalui interaksi tatap muka langsung maupun melalui.perantara dengan staff atau ajudan beliau. Komunikasi yang sudah berjalan sistematis dan berkala tersebut, sudah terkonfirmasi oleh Walikota. Sehingga sampai hari h acara tersebut, BEM UNS menganggap sudah tidak ada lagi permasalahan dan perdebatan terkait susunan acara tersebut.
 .
Mencermati pernyataan FX Rudy, bahwa ia merasa “telah dijebak” dengan adanya perubahan konsep bahasan yang dibawa pada acara rabu malam. Rembuk Kota Solo yang diinisaisi BEM UNS menggaris bawahi 2 isu utama yaitu ekonomi dan pendidikan kota Solo. Terlalu berlebih rasanya ketika FX Rudy mengatakan “adanya penjebakan” pada acara tersebut, karena nyatanya acara berjalan sesuai rencana, hanya saja diantara audiens terdapat paguyuban-paguyuban pelaku lapangan.
 .
Jika datangnya paguyuban-paguyuban pelaku lapangan menjadi alasan utama FX Rudy meninggalkan acara tersebut. Maka akan muncul pertanyaan ‘mengapa FX Rudy begitu takut sehingga enggan bertemu paguyuban?’. Apakah benar FX Rudy telah menyalahi prosedur dan membuat kebijakan yang menyimpang sehingga paguyuban-paguyuban merasa harus menyelesaikan masalahnya?
.
Masalah kebijakan Sistem Satu Arah (SSA) Laweyan, masalah relokasi PKL Gerobak Kuning City Walk Slamet Riyadi, dan masalah pungutan uang sekolah. Ketiga studi kasus itu merupakan contoh kecil yang berhubungan langsung dengan ekonomi dan pendidikan di kota Solo. Bagaimana persoalan nasib pedagang di daerah Laweyan yang berkurang pendapatannya hingga 50% akibat kebijakan sistem satu arah. Lalu, nasib para pedagang kecil gerobak kuning yang harus berkurang omsetnya akibat dipindahkan ke tempat yang sangat tidak layak. Serta permasalahan pungutan uang sekolah yang tak kunjung kelar. Siapa yang harus bertanggung jawab?
.
Permasalahan di atas hanyalah sebuah potongan puzzle dari sebuah lukisan besar permasalahan di solo. Masih banyak sekali puzzle-puzzle yang harus di kumpulkan dan segera di selesaikan. Prostitusi, sampah putri cempo, bangunan sekolah dasar yang mayoritas rusak berat, pkl, miras, narkoba, hingga pada masalah yang lebih kecil yakni Jembatan penyebrangan di depan Kampus kentingan UNS yang tidak pernah diperbaiki merupakan sebagian dari rangkaian puzzle yang harus segera di selesaikan!
 .
Maka ketika Walikota Solo FX Rudy menyatakan merasa di jebak ketika akan dipertemukan dengan paguyuban, sekali lagi muncul pertanyaan :
Apakah mempertemukan pemimpin dengan rakyat yang sedang memperjuangkan nasib adalah sebuah penjebakan?
Atau, memang pemimpin tersebut hanya sedang mencari alasan dan takut menghadapi rakyatnya sendiri?
Dan pertanyaan besar yang harus kita tanyakan pada diri kita masing-masing, “Solo sedang baik-baik saja?”.
 .
BEM UNS 2016 Inisiator Perubahan
——————————————-
FB : BEM UNS
TWITTER : @bemuns
IG : @bemuns
LINE : @emi4057n
WEB : bem.uns.ac.id

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *