KOTA SURAKARTA DAN PEMIMPINNYA

agenda-acara-kota-solo-bulan-desember-2013

Berdasarkan data terbaru yang saya akses dari Badan Pusat Statistika kota Surakarta Penduduk kota Surakarta pada tahun 2014 saja kurang lebih sekitar 510.077 jiwa. Dua tahun yang lalu sih. Kemungkinan juga jumlah penduduknya meningkat kurang lebih 5.000 jiwa. Semoga 510.077 lebih penduduk, masyarakat, rakyat kota Surakarta sejahtera dan makmur. Semoga.
Pemimpin Yang Baik

Pemimpin. Kata pemimpin dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pe·mim·pin (n) yaitu orang yang memimpin. Menurut beberapa ahli yang sempat saya baca, salah satunya menurut Kartini Kartono, Pemimpin, seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kelebihan disatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan (Kartini Kartono 1994 : 33). Lalu satu lagi dari Henry Pratt Faiechild, Pemimpin dalam pengertian ialah seseorang yang dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, mengarahkan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain atau melalui prestise, kekuasaan dan posisi. Dalam pengertian yang terbatas, pemimpin ialah seorang yang membimbing, memimpin dengan bantuan kualitas-kualitas persuasifnya dan ekseptansi/penerimaan secara sukarela oleh para pengikutnya. (Henry Pratt Faiechild dalam Kartini Kartono (1994: 33)). Dapat saya simpulkan bahwa Pemimpin adalah seorang dalam yang mempunyai kemampuan memimpin, mengatur, membimbing, dan mengorgaisir anggotanya untuk mencapai suatu tujuan yang baik..

Pemimpin yang baik. Pemimpin yang baik haruslah mampu memberi keputusan yang tepat dan diambil mengutamakan khalayak orang banyak bukan sekedar condong pada kepentingan golongan atau bahkan kepentingan pribadi. Lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas bagi seorang pemimpin dalam menjalani kepemimpinanya. Selain itu, juga tidak kalah penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah mendahulukan untuk mencegah timbulnya keburukan dibandingkan mencari kebaikan. Pemimpin yang baik juga dituntut mampu memahami permasalahan yang ada dari berbagai aspek, sebab setiap keputusan yang diambil dalam jangka waktu panjang maupun pendek terdapat dampaknya. Lalu, pemimpin yang baik dituntut memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan permasalah-permasalahan dengan baik dan bisa mengemasnya agar tidak menjadi kekhawatiran bagi anggota yang dipimpinya. Dan satu lagi pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau menemui rakyatnya, masyarakatnya, penduduknya yang ingin mengadukan permasalahan yang di deritanya.

Pemimpin Kota Surakarta

Pemimpin kota Surakarta, Walikota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo bersama wakilnya, pemimpin hasil pilkada serentak pada tahun 2015 yang tentunya memang “dipilih” langsung oleh seluruh rakyat kota Surakarta yang juga memang “menghendaki” dia yang menjadi pemimpin. Dialah pemimpin yang akan memimpin kota Surakarta selama satu periode ini, yang dilantik sejak 17 Februari 2016 silam. Sebelumnya juga “Pak Rudy”, sapaan akrab Walikota Surakarta ini oleh “rakyatnya” pernah menjadi Walikota Surakarta ketika menggantikan Jokowi pindah ke Jakarta. Setidaknya sudah satu periode memimpin kota Surakarta, setidaknya sudah tahu seluk beluk dan akar permasalahan yang ada di kota Surakarta, dan setidaknya lebih dekat lagi dengan masyarakat, maupun akademisi (mahasiswa) yang sangat-sangat mencintainya. Tapi apa daya? Ketika teman-teman Mahasiswa pada tahun 2015 ingin mengundang pemimpin kota Surakarta ini untuk menghadiri acara debat calon walikota Surakarta pun masih belum mau. Apakah kami teman-teman mahasiswa ini menakutkan? Kemudian, di tahun 2016, setelah menjadi Walikota Surakarta, pemimpin, atau malah penguasa ini kami, teman-teman Mahasiswa mengundang dalam acara yang bertajuk Rembuk Kota Solo, sangat kecewanya hati saya pribadi ketika mendengar dan mengetahui ketika Pemimpin kota Surakarta ini sudah hadir namun selang beberapa menit Ia pergi tanpa alasan yang jelas. Alangkah kecewanya. Hanya ingin mempertemukan antara pemimpin dan rakyatnya yang ingin menyampaikan keluh kesahnya, bukan niatan untuk membenturkan kepentingan kok tidak mau. Apakah ada yang salah dengan sang pemimpin? Apakah ada yang disembunyikan dibalik semuanya?

Langkah yang ditempuh untuk selanjutnya mencoba menghubungi sang pemimpin, awalnya berjalan lancar. Oke. Sang pemimpin mau untuk diadakan Rembuk Kota Solo Jilid II. Namun lagi-lagi dikecewakan. Ketika mencoba menemui untuk menanyakan kedepannya seperti apa tapi sang ajudan memberikan jawaban yang sekali lagi membuat kecewa. Sang pemimpin tidak mau untuk mengadakan Rembuk Kota Solo Jilid II. Lah katanya mau? Kok jadi seperti ini. Tidak ada niatan untuk membenturkan sang pemimpin dengan rakyatnya, tapi hanya ingin mempertemukan dan menjembatani rakyat yang ingin mengadukan keluh kesahnya. Apakah memang ada yang disembunyikan dibalik ini semua? Sampai-sampai sang pemimpin pun selalu menghindar untuk bertemu dengan rakyat dan mahasiswa. Apakah pemimpin kota Surakarta sudah menjadi pemimpin yang baik? Apakah sudah mampu memberikan keputusan yang tepat sesuai konsekuensinya? Apakah sudah mengutamakan kepentingan umum dariada kepentingan pribadi? Apakah sudah mampu permasalahan dan mampu memandang permasalahan itu dari berbagai aspek? Dan yang terakhir Apakah sang pemimpin sudah mau menemui rakyatnya, masyarakatnya, penduduknya yang ingin mengadukan permasalahan yang di deritanya? Untuk yang terakhir ini saya katakan Belum sama sekali Belum. Pak Ridwan Kamil Walikota Bandung, kemudian Pak Bima Arya Walikota Bogor saja berani kok dan mau bertemu dengan mahasiswa. Kota Surakarta, kota yang berbudaya, memiliki semboyan yang bagus, slogan yang hebat, rakyat yang leih dari 500.000 tidak kalah besarnya dengan Kota Bandung dan Bogor. Jangan sampai bapak, sang pemimpin kota Surakarta menutup mata, telinga, dan hati anda.

Muhammad Rizki Almalik
Jaringan dan Aksi
BEM UNS 2016

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *