Konsep Diri, Peran, dan Menulis

Seiring kaki terbawa lebih jauh, tubuh berdiri di suatu ruang yang lebih luas, tidak kah kalian merasa gelas kalian hanya terisi air yang tak banyak dan bahkan belum mampu untuk membebaskan dahaga?

images

 

Seringkali rasa angkuh membenalu atas title yang pernah diemban, merasa diri sudah hebat dan punya banyak kemampuan. Nyatanya menjadi individu yang memiliki quality masih sulit dibilang iya. Banyak cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas diri, salah satunya adalah dengan memahami konsep diri. Konsep diri adalah pandangan dan sikap diri kita atas diri sendiri, yaitu pandangan atas kemampuan, karakterisik, motivasi diri sampai kegagalan yang ada pada diri kita. Simplenya, apabila kita memandang diri sendiri mampu menjadi apa yang kita idamkan, kitapun senantiasa membuang jauh-jauh persepsi negatif dan berhenti menjadi individu sebatas konseptual. Bukanlah hal mudah menjadi individu yang konsisten atas niat dan wacana yang samar-samar tertulis dalam hati kecil untuk bisa diwujudkan. Mental takut salah dan gagal tak jarang melumuti tiap langkah untuk dapat merealisasikannya. Pemahaman konsep diri mengajarkan kita sebagai mahasiswa harus melontarkan jauh mental takut kita dan senantiasa siap dan yakin mampu mewujudkan  tujuan kita yang tak hanya sebatas wacana, tetapi tujuan yang tertata secara konseptual dan bertahap harus kita capai untuk diaplikasikan kepada diri sendiri dan memiliki sisi kebermanfaatan untuk orang banyak.

Tak sedikit mahasiswa enggan berperan aktif untuk lingkungan sekitarnya, entah karena kepentingan pribadi yang diatas segalanya atau sulit baginya untuk bisa memiliki peranan walau secuil. Semestinya, perwujudan kita sebagai mahasiswa  adalah saat kita mampu berperan untuk masyarakat sekitar, memahami suatu kondisi di lingkup masyarakat, mengenal persoalan apa yang sedang mereka pikul dan memikirkan solusi serta kontribusi apa yang dapat diberikan, dengan kata lain memikirkan sisi kebermanfaatan kita sebagai mahasiswa untuk orang lain.  Sudah sepatutnya kita sebagai mahasiswa memperluas tujuan, bukan lagi tujuan yang hanya sebatas kepentingan sendiri, tetapi tujuan besar yang seyogyanya merealisasikan kemampuan dan tanggungjawab kita untuk memiliki peranan penting di wadah yang lebih besar.

Sebagai mahasiswa yang tumbuh dan berkembang di ruang yang lebih luas, menuntut kita untuk memiliki pemikiran yang luas juga. Berpikir luas sejatinya bukan hanya sekedar dituangkan dalam forum diskusi, opini, atau merealisasikannya dalam kehidupan. Akan tetapi, menumpahkan pemikiran-pemikiran akan gagasan dan pengetahuan kita menjadi tulisan adalah cara lain menebar kebermanfaatkan kita ke lingkup yang lebih luas. Dengan menulis kita mampu membuka perspektif sempit individu akan suatu hal, merubah mindset kecil seseorang untuk bisa lebih jauh, serta mengekspresikan kreativitas dan pemikiran kita menjadi suatu bacaan yang mungkin kelak akan mampu merubah peradabaan dan pola pikir orang lain.

Sebagai mahasiswa kita harus berani memulai sesuatu yang membawa perubahan, artinya memulai perubahan kecil yang ada dalam diri dan tidak henti untuk dikembangkan terus-menerus hingga menjadi suatu perubahan nyata yang memiliki sisi kebermanfaatan tak hanya untuk kepuasaan pribadi namun masyarakat sekitar. Memahami konsep diri, peranan atau kontribusi, dan mulai menuangkan potensi akan pemikiran menjadi suatu literasi sejatinya adalah awalan konkret seorang mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.

“Tak usah hidup jika merugikan, maka bermanfaatlah”.

Hidup mahasiswa!

Mekar Pertiwi

NB: Dikaji dari materi Grand Opening Sekolah Penerus Bangsa (SPB) 2016.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *