Fabel Keberpihakan

 

Ketika kecil, saat-saat sebelum tidur merupakan salah satu saat yang sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, saat itu adalah saat dimana orangtua membacakan cerita-cerita pengantar tidur yang begitu menyenagkan hingga mewarnai mimpi-mimpi. Mulai dari Si Kancil, Timun Mas, Bawang Merah & Bawang Putih, Bahtera Nabi Nuh, Kehebatan Nabi Sulaiman, hingga kisah-kisah heroik para Nabi. Sayangnya itu semua tidak terjadi pada masa kecil saya T^T.

Salah satu kisah yang sering diceritakan adalah kisah Nabi Ibrahim yang dibakar di dalam parit berkubang kobaran api. Kisah nabi Ibrahim yang biasa disampaikan adalah bagaimana heroiknya nabi Ibrahim menghancurkan patung-patung sesembahan kaumnya yang berlanjut dengan keapikan penggiringan opini kaumnya melalui logika berfikir yang menawan dan berbuah penenggelaman nabi Ibrahim ‘alaihissalam oleh Namrud dalam parit berkubang kobaran api yang ternyata dengan Izin Allah tak membakar dan menyakiti nabi Ibrahim sedikitpun. Namun, ternyata dibalik penenggelaman tersebut terdapat kisah-kisah lain yang bahkan dampaknya ada yang terbawa hingga masa kini. Kisah yang hadir karena adanya panggilan hati dari pelakunya.

Kabar pengganjaran nabi Ibrahim kala itu tersebar ke seluruh penjuru negeri. Seluruh warga yang mendengar kabar tersebut berbondong-bondong membawa kayu yang merupakan tumbal untuk men summon api yang mereka harapkan kehadirannya dapat menjadi eksekutor untuk mengganjar Ibarahim ‘alaihissalam. Tak ayal, mulai dari pemuda, tetua, laki-laki, perempuan, bahkan orang yang sedang sakit dan hamilpun tak ingin ketinggalan dalam mempersiapkan prosesi tersebut. Begitu tumbal yang telah terkumpul dirasa cukup untuk menenggelamkan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam ke dalam kubangan kobaran api, sang raja Namrud memerintahkan para summoner yang telah ditunjuknya untuk men summon sang api yang mereka harapkan sebagai eksekutor pengganjar Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Benar saja, api yang ter summon membara begitu ganas, sebanding dengan tumbal-tumbal yang mereka persembahkan untuk men summon_nya. Namrud dan juga Warga-warganya bersorak sorai melihat sang api dengan liarnya menenggelamkan nabi Ibrahim _’alaihissalam yang kala itu dalam kedaan terikat dalam tubuh sang api, mereka mengira sang api yang mereka summon benar-benar menjadi teman mereka dan menjadi eksekutor Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Kabar tentang tenggelamnya Nabi Ibrahim ‘alaihisslam ke dalam kubangan kobaran api seketika itu menyebar ke seluruh penjuru negeri.

Kabar tentang prosesi pengganjaran Nabi Ibrahim ‘alaihisslam tersebut ternyata tak hanya beredar dikalangan manusia-manusia saja, binatangpun tak ketinggalan mendapat kabar tersebut. Salah satunya ialah semut, seekor binatang kecil yang jika dibandingkan dengan manusia tidak akan sebanding sama sekali. Disaat binatang lain hanya dapat menyaksikan prosesi tersebut tanpa mampu berbuat apapun, semut tergerak hatinya untuk melakukan usaha. Semut tersebut berusaha untuk mengambil air yang pada dasarnya merupakan item yang dapat memberi damage yang cukup besar pada api yang telah di summon tersebut. Namun bagaimanapun juga, air yang dapat dibawa oleh semut hanyalah seberapa jika dibandingkan dengan sang api yang dapat menenggelamkan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dalam tubuhnya. Walau begitu, semut tetap melakukan usahanya yang dimotori oleh panggilan hatinya. Ternyata perbuatan semut tersebut menarik perhatian seekor gagak yang dengan herannya menanyai semut,

Gagak : “Apa yang kamu pikul itu sampai-sampai kau begitu payah membawanya?”
Semut : “Aku membawa bejana berisi air.”
Gagak : “Untuk apa air itu?”
Semut : “Tidakkah kau mendengar bahwa Namrud laknatullah telah menyalakan api untuk membakar Khalilullah Ibrahim ‘alaihis salam?”
Gagak : “Tidak, aku belum mendengar kabar itu. Namun, aku tak mengerti hubungan itu dengan air yang kau bawa ini?”
Semut : “Aku ingin turut ambil bagian untuk memadamkan api si Namrud.”
Gagak (seraya mencemooh) : “Hai semut bodoh, apakah kau merasa yakin bahwa dirimu bisa memadamkan api besar Namrud dengan sedikit air dalam bejana kecil ini?”
Semut : “Aku tahu bahwa aku takkan mampu memadamkan api besar itu karena hal itu memang berada di luar kemampuanku. Akan tetapi aku melakukan ini karena dua alasan.”
Gagak : “Apa kedua alasan itu?”
Semut : “Aku memastikan (di posisi mana aku berdiri) dan mengetahui sasaranku sehingga aku tahu apa yang kutuju. Dengan demikian aku bukanlah jenis makhluk yang tak peduli sehingga rela dengan keburukan yang terjadi. Aku harus punya andil untuk memberikan pertolongan meskipun itu di luar kemampuanku.”
Gagak: “Apa alasan kedua?”
Semut : “Agar aku punya alasan yang benar di depan Rabb-ku. Aku mengetahui khalilullah akan dibakar tapi aku tak melakukan apa-apa? Oleh karena itu aku bangkit memberikan bantuan sebesar kemampuanku. Aku tak mau membiasakan diri hidup tanpa kepedulian.”

Ternyata hewan yang tergerak hatinya tak hanya semut saja. Ada pula cicak yng hatinya juga ikut tergerak melihat prosesi tersebut. Sama seperti semut, cicak tak mau diam saja melihat hal tersebut. Namun, reaksi yang dihasilkan oleh gerakan hati cicak tak sama seperti semut. Ketika semut memutuskan untuk berusaha memberikan damage kepada sang api, yang cicak lakukan adalah berusaha untuk melakukan healing kepada sang api dengan skill dari elemen angin berupa hembusan yang disemburkan melalui mulutnya. Yah, walaupun memang efek yang diberikan oleh skill dari cicak tak terlalu berdampak, itu telah menandakan keberpihakan cicak terletak pada pihak mana.

Dan sekarangpun kita dapat melakukan farming pahala dengan cara membunuh cicak, seperti dalam hadist

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak. Beliau bersabda, “Dahulu cicak ikut membantu meniup api (untuk membakar) Ibrahim ‘alaihis salam.” (HR. Bukhari, no. 3359)

Jadi, di pihak manakah kakanda akan meletakkan keberpihakan?

Dan juga, akankah kakanda diam saja setelah memutuskan dimana kakanda berpihak?

M. Wahid Hasyim

“(Masih) Pecandu Coklat Kondisinal”

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *