ESKALASI

BEM UNS 2026

ESKALASI

Soroti Masalah Sampah, Surakarta Youth Summit 2026 Bersama Bijak Memantau Kawal Kebijakan ke Pemkot dan DPRD

21 October 2026
Soroti Masalah Sampah, Surakarta Youth Summit 2026 Bersama Bijak Memantau Kawal Kebijakan ke Pemkot dan DPRD

Soroti Masalah Sampah, Surakarta Youth Summit 2026 Bersama Bijak Memantau Kawal Kebijakan ke Pemkot dan DPRD.

Surakarta — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (BEM UNS), Indika Foundation, dan Bijak Memantau menyelenggarakan Surakarta Youth Summit (SYS) 2026 untuk memperkuat keterlibatan mahasiswa dalam mengawal kebijakan pengelolaan sampah di Kota Surakarta. Mengusung tema Kajian Rekomendasi, kegiatan ini diikuti 60 peserta dan menyasar mahasiswa di Surakarta, khususnya mahasiswa UNS.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan Bimbingan Teknis pada 19 September 2026 dan berlanjut hingga Aksi Nyata dan Audiensi pada 9 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 2 Mawa UNS, Nurul Huda Islamic Center, Gedung DPRD Kota Surakarta, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta. Tahapannya mencakup pembekalan, perumusan Kajian Rekomendasi, diskusi bersama pemangku kepentingan, dan audiensi sebagai bentuk advokasi kebijakan persampahan.

Merespons Persoalan Sampah di Surakarta

Inisiatif ini berawal dari Program Kampus Bijak yang dijalankan Bijak Memantau. Program tersebut membekali para pesertanya, yang disebut Penggerak Bijak, untuk menyelesaikan persoalan di daerah masing-masing. Khoirunnajib Berliansyah, Penggerak Bijak dari Surakarta sekaligus Menteri Analisis Strategis BEM UNS 2026, bersama tim kemudian menginisiasi aksi nyata bertajuk Surakarta Youth Summit 2026: Suara Mahasiswa untuk Kebijakan Pengelolaan Sampah di Surakarta.

Pengelolaan sampah di Kota Surakarta masih menghadapi pencemaran lingkungan, bau menyengat, potensi gangguan kesehatan, serta beban pengelolaan di TPA/PLTSa Putri Cempo. Dampaknya turut dirasakan mahasiswa. Persoalan ini menjadi isu publik yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Pemerintah Kota Surakarta berencana menerapkan Peraturan Wali Kota tentang pengelolaan sampah secara efektif mulai 1 Januari 2027, dengan penekanan pada pemilahan sejak dari sumber. Pelaksanaannya membutuhkan dukungan sistem pengangkutan terpilah, sarana yang memadai, pengawasan, serta pengelolaan hilir yang konsisten.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, SYS 2026 menempatkan tata kelola persampahan, terutama dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, sebagai fokus kegiatan. Peserta mendorong pengelolaan yang lebih efektif melalui perbaikan kebijakan, penguatan peran pemerintah, peningkatan partisipasi masyarakat, dan penyusunan solusi berbasis data.

Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas, keberanian, dan partisipasi mahasiswa Surakarta dalam mengawal isu sosial dan lingkungan melalui advokasi yang kritis, berbasis data, konstitusional, dan bertanggung jawab. Rancangan kegiatannya mencakup Bimbingan Teknis, forum diskusi bersama organisasi nonpemerintah (NGO), lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan pemerintah, serta audiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kota Surakarta untuk menyampaikan Kajian Rekomendasi.

Khoirunnajib menekankan perlunya keterlibatan mahasiswa dalam perubahan perilaku sekaligus pengawalan kebijakan.

“Mahasiswa perlu berperan tidak hanya dalam perubahan perilaku, tetapi juga mengawal kebijakan melalui advokasi berbasis data, salah satunya melalui penyusunan Kajian Rekomendasi dan audiensi dengan pemerintah,”

ujarnya.

Dari Pembekalan ke Pertukaran Gagasan

Pada 19 September 2026, peserta mengikuti Bimbingan Teknis di Aula Lantai 2 Mawa UNS. Materi yang diberikan meliputi advokasi kebijakan, penyusunan Kajian Rekomendasi berbasis data, dan strategi komunikasi advokasi. Pembekalan ini menjadi dasar bagi mahasiswa untuk mengidentifikasi persoalan lingkungan serta merumuskan usulan solusi yang dapat disampaikan kepada pemangku kebijakan.

Peserta SYS sedang menemui NGO/LSM/Organisasi yang untuk bertukar dan mendapatkan informasi

Tahap berikutnya adalah forum Surakarta Youth Summit di Nurul Huda Islamic Center dan Gedung DPRD Kota Surakarta. Di Nurul Huda Islamic Center, peserta berdiskusi dan bertukar gagasan dengan NGO sesuai kelompok masing-masing untuk memperluas perspektif mengenai persoalan sosial dan lingkungan.

Membawa Aspirasi ke DPRD

Pada sore hari, rangkaian forum berlanjut di Gedung DPRD Kota Surakarta melalui sesi Touchbase: Diskusi dan Aspirasi. Sesi ini terdiri atas Policy Explained serta Youth Respond and Policy Reflection. Melalui forum tersebut, mahasiswa memperoleh ruang untuk memahami kebijakan pengelolaan sampah sekaligus menyampaikan aspirasi dan tanggapan kepada perwakilan legislatif.

Peserta SYS sedang mendengarkan DPRD menjelaskan kebijakan/program pengelolaan sampah di Surakarta.

Dalam diskusi bersama Sonny, S.T., Sekretaris Komisi III DPRD Kota Surakarta, persoalan sampah dibahas dari sisi kapasitas pengolahan di hilir hingga kebiasaan memilah sejak dari sumber. Sonny menyampaikan bahwa timbulan sampah di Surakarta mencapai sekitar 300 ton per hari, sedangkan kapasitas pengelolaan yang disebut dalam forum saat itu sekitar 80 ton per hari.

Sonny menekankan perlunya penanganan sejak hulu melalui pembiasaan memilah sampah. DPRD juga menyoroti pentingnya sosialisasi dan edukasi masyarakat, pengembangan bank sampah, serta peningkatan kapasitas pengelolaan untuk mengurangi beban sampah yang berakhir di TPA Putri Cempo.

Ia turut menyinggung dana hibah program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) senilai Rp107.116.800.000 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengatasi persoalan sampah.

Sesi penyampaian aspirasi membahas pencemaran sungai, keterbatasan sosialisasi, pengangkutan sampah yang masih tercampur dan belum konsisten, pengembangan bank sampah, serta pengurangan sampah plastik dari kegiatan usaha. Pembahasan tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dan masyarakat dalam mendorong perubahan perilaku sekaligus mengawal pelaksanaan kebijakan persampahan.

Foto Bersama dengan Bapak Sonny, S.T. (Sekretaris Komisi III DPRD Kota Surakarta).

Kajian Rekomendasi dan Audiensi dengan DLH

Pada 9 Oktober 2026, tahap Aksi Nyata dilaksanakan melalui audiensi dengan DLH Kota Surakarta. Mahasiswa menyampaikan Kajian Rekomendasi dan memperoleh tanggapan atas berbagai usulan perbaikan tata kelola persampahan.

Rekomendasi yang disampaikan mencakup penghentian open dumping, optimalisasi PLTSa, pemantauan kualitas lingkungan, penguatan pengelolaan sampah B3, dan edukasi pemilahan. Pembahasan juga menjangkau pengelolaan TPA Putri Cempo serta tanggung jawab pengelolaan sampah dalam kegiatan mahasiswa dan penyelenggaraan acara.

Perwakilan DLH Kota Surakarta menyampaikan bahwa sejumlah upaya pengelolaan sampah dan pemantauan kualitas lingkungan telah dilakukan, tetapi pelaksanaannya masih menghadapi kendala biaya dan anggaran. DLH juga menyebut perlunya peningkatan edukasi bagi petugas.

Selain menekankan pemilahan sejak dari sumber dan peningkatan edukasi masyarakat, DLH menyoroti perlunya perbaikan koordinasi pengangkutan agar sampah yang sudah dipilah tidak kembali tercampur. Audiensi ini menjadi ruang untuk menyelaraskan rekomendasi mahasiswa dengan kebijakan pemerintah serta mendorong tindak lanjut pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Pemberian Kenang-kenangan kepada Dinas Lingkungan Hidup oleh Ketua Panitia Surakarta Youth Summit

Secara keseluruhan, rangkaian SYS 2026 membuka dialog antara mahasiswa, DPRD, organisasi masyarakat sipil, dan Pemerintah Kota Surakarta. Advokasi tersebut menjadi sarana untuk menyampaikan aspirasi berbasis data sekaligus memperoleh penjelasan mengenai kebijakan dan kendala pelaksanaannya. Tindak lanjut setiap rekomendasi masih perlu dikawal agar dialog yang telah berlangsung mendorong perbaikan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Keberanian Memperjuangkan Hak Masyarakat

Sejumlah narasumber turut menekankan pentingnya keberanian mahasiswa dalam memperjuangkan hak masyarakat. Esther Setianingrum, S.Si., CHCSA., C.Med., dari LBH Solo, mengajak mahasiswa untuk tidak takut bertindak, melawan, dan bersuara terkait hak karena mendapat perlindungan undang-undang dan Tuhan. Ia juga mengingatkan agar mereka melakukan hal yang baik dan benar.

Dimas Muhammad Fajar, S.H., dari BEM Solo Raya, menyerukan agar mahasiswa terus bersuara dan berjuang.

Jangan pernah diam dan tunduk kepada pemerintah. Terus bersuara dan berjuang,

ujarnya.

Azalya Tilaar, S.Si., dari WALHI, menekankan peran mahasiswa dalam mendampingi perjuangan masyarakat.

Mahasiswa harus bisa mengadvokasi masyarakat yang ingin memperjuangkan hak untuk hidup layak dan bersih,

ujarnya.

Mengawal Kebijakan secara Berkelanjutan

Ketua Panitia Surakarta Youth Summit 2026, Ahmad Faza Sirojuddin, berharap peserta dan panitia menjalankan program ini dengan komitmen yang melampaui formalitas. Keterlibatan mereka diharapkan terus berjalan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, terutama dalam mengawal isu sampah secara berkelanjutan. Ia juga berharap mereka memberikan manfaat berupa motivasi dan menjadi contoh bagi masyarakat sekitar.

Penyelenggara berharap SYS menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam mengawal kebijakan pengelolaan sampah di Kota Surakarta. Melalui pembekalan, diskusi bersama pemangku kepentingan, penyusunan Kajian Rekomendasi, dan audiensi dengan pemerintah, mahasiswa didorong memahami persoalan lingkungan sekaligus berkontribusi pada perubahan melalui advokasi yang kritis dan berbasis data.

Rekomendasi yang telah disampaikan diharapkan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam memperbaiki tata kelola persampahan, mulai dari pemilahan di sumber, sistem pengangkutan, pengelolaan TPA Putri Cempo, hingga edukasi dan partisipasi masyarakat. Untuk itu, diperlukan tindak lanjut dan koordinasi berkelanjutan antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, dan mahasiswa agar aspirasi terus ditindaklanjuti setelah forum diskusi dan audiensi.

Ke depan, mahasiswa diharapkan menerapkan pengetahuan dan gagasan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari maupun lingkungan kampus, sembari terus mengawal pelaksanaan kebijakan secara konstruktif. Dengan demikian, Surakarta Youth Summit diharapkan memperkuat partisipasi bermakna anak muda dalam mewujudkan pengelolaan sampah Kota Surakarta yang bertanggung jawab, partisipatif, dan berkelanjutan.