Survei Kami
Mau tau hasil survei kost lewat maps? cek di sini
1 Januari - Desember 2025 • kolaborasi
Solusi Mencari Kos Mahasiswa melalui BungaRampai Maps
BEM UNS dan BEM FMIPA meluncurkan platform BungaRampai Maps (bem.uns.ac.id/maps) berdasarkan hasil survei lapangan pada 20–30 April 2026 yang menghimpun data 421 kos di sekitar Universitas Sebelas Maret. Hasil survei menunjukkan bahwa persebaran kos didominasi oleh kawasan Kampus Kentingan dengan proporsi 65,3% kos putri dan 32,1% kos putra, sementara kawasan lain seperti Pabelan, Kleco, dan Kebumen jumlahnya masih relatif sedikit. Dari segi biaya, mayoritas sewa kos tergolong terjangkau dengan kisaran Rp300.000–Rp700.000 per bulan serta nilai median sebesar Rp578.000. Meskipun terdapat beberapa pilihan kos putri premium yang lebih mahal, secara umum tidak ada perbedaan harga yang mencolok antara kos putra dan putri. Sebagian besar tempat tinggal telah dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti kasur (98%), air (97%), lemari (97%), Wi-Fi (95%), parkiran motor (94%), hingga area jemuran (92%). Sebaliknya, fasilitas premium seperti AC (24%), mesin cuci (10%), dan water heater (1%) masih terbilang terbatas. Selain itu, calon penghuni diimbau untuk lebih teliti karena sebanyak 50,5% kos menerapkan biaya tambahan di luar sewa bulanan, di mana listrik, Wi-Fi, dan air menjadi komponen yang paling sering dipisahkan. Kehadiran BungaRampai Maps memudahkan mahasiswa dalam menyaring kos berdasarkan lokasi, harga, fasilitas, hingga kontak pemilik. Namun, karena keterbatasan foto fasilitas yang tersedia pada platform tersebut, mahasiswa tetap disarankan melakukan survei langsung ke lokasi sebelum membuat keputusan.
1 Januari - Desember 2025 • mandiri
Survei Awal BEM UNS 2026
Survei Awal BEM UNS 2026 yang dilaksanakan oleh Kementerian Riset dan Data pada 16–25 Maret 2026 melibatkan 454 responden dari 15 fakultas, dengan mayoritas berasal dari angkatan 2025 (59,9%) dan 2024 (33,5%). Dominasi mahasiswa angkatan awal ini menempatkan isu tata kelola dan transparansi kampus sebagai prioritas utama, khususnya terkait UKT dan biaya pendidikan (41,0%), dana organisasi, kurikulum, serta fasilitas kampus. Mahasiswa menuntut keterbukaan informasi publik karena kebijakan-kebijakan tersebut berdampak langsung pada kehidupan akademik dan finansial mereka. Selain tata kelola kampus, survei ini memotret adanya pergeseran ekspektasi terhadap model pergerakan dan layanan kemahasiswaan. Sebanyak 32,2% responden lebih mengharapkan gerakan BEM yang berlandaskan kajian dan riset berbasis data dibanding sekadar aksi demonstrasi atau advokasi formal. Di sisi lain, isu kesehatan mental menjadi kebutuhan krusial yang memerlukan ruang konseling privat (41,9%), kemudahan akses, dan jaminan kerahasiaan, alih-alih kegiatan massal seperti seminar. Secara keseluruhan, temuan ini menjadi landasan penting bagi BEM UNS untuk merumuskan arah gerak dan program kerja berbasis data yang solutif serta berdampak nyata bagi mahasiswa.